bergembiralah

fakta

saking gembiranya. saya biasa menitikkan air mata. gembira karena matinya pendukung amerika aka musuh islam selama ini. dia adalah thoghut mujrim abdullah alu salul. Maka ini adalah hal yang menggembirakan bagi kaum muslimin muwahhidin. Mengapa?

siapa yang tidak tahu, ia telah menjadi sekutu bagi salibis Amerika dalam memerangi kaum muslimin di Irak, Yaman, Afghanistan dan Mesir.

ia juga mempersilahkan Amerika yang berpangkalan di Zhahran dan Tabuk untuk mengirimkan drone membunuh kaum muslimin di Yaman, Irak dan Suriah.

ia bersama kerajaannya menginfakkan jutaan dollar untuk memperbaiki makam pemimpin salibis Augustus di Italia.

ia yang mendukung kudeta Mursi yang menumpahkan darah kaum muslimin sekaligus korban syubuhat khobitsah Ikhwanul Muslimin Silmiyyatuna Aqwa Minarroshosh.

tunggu. tunggu. apa sejelek itukah politik dan tabiatnya selama ini? bagi kami muwahidin, melihat fakta dan bagaimana sepak terjangnya selama ini dalam memerangi umat islam yang bersungguh-sungguh menerapkan syariat dan akidah yg benar, maka dia seperti abu ghiral, tokoh munafik qurays, yang menunjuki jalan para tentara gajah abrahah menuju kabah di mekkah.

namun, bagi mereka yang mengaji di salafy aka yufid aka rodja, maka ia adalah pahlawan, khalifah, muslim sejati. sama halnya terhadap orang-orang yang merusak islam dari dalam, mengganti hukum islam dengan hukum buatan manusia, membunuhi umat islam yg teguh berjihad.

makanya, jokowi, sby, raja abdullah, dan semisalnya adalah amirul mukminin bagi penganut irja dan disaat yang sama mereka bersikap khawarij terhadap orang yang teguh melaksanakan syariat.

itu sebabnya, mereka disanjung-sanjung ke langit. raja abdullah telah membantu korban tsunami, sby udah menstabilkan harga, jokowi membantu fakir miskin. dan hal tersebut tidak mengubah posisi mereka sama sekali sebagai penentang syariat Allah. dan pandangan Allah terhadap penentang syariat Allah pun tak akan berubah.

benar dan fakta ada, ia telah banyak jasanya dalam membantu Amerika memerangi muslimin. Dan juga ia berjasa memelihara bank-bank konvensional di Saudi, dimana ini bentuk perangnya terhadap Allah dan rosul-Nya. benar, ia adalah Khoinul Haromain.

 “Dari Abu Qatadah bin Rib’iy bahwasanya ia menceritakan kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ia melewati jenazah, lalu beliau berkata: “Mustarih dan Mustarah Minhu”. Para sahabat bertanya “Ya Rosulallah apakah mustarih dan mustarah minhu itu?” beliau menjawab: “Seorang hamba yang beriman ia beristirahat dari dunia dan hamba yang fajir (yang mati) itu para hamba, negeri, pohon dan binatang beristirahat (lega) darinya (kematiannya)”. Diriwayatkan oleh al-Bukhori (6512) dan Muslim (950).

hadits di atas menunjukkan sunnah bergembira atas kematian thoghut. Kematian mereka adalah ketenangan bagi muwahhidin dan kabar gembira bagi mereka. Dan ini merupakan perilaku salafushshalih, ketika mereka mendengar kabar kematian thoghut, maka mereka bersyukur seraya sujud meneteskan air mata tanda bahagia.

dan kebahagiaan saya pun mengikuti ulama salaf, Ibnu Katsir rohimahullah dalam kitabnya al-Bidayah wan Nihayah (12/20) berkata : “Dan dia (Ubaidullah bin Abdillah bin al-Husain) adalah salah seorang imam ahlussunnah ketika sampai berita kepadanya tentang kematian Ibnul Muallim ulama syiah, maka ia pun sujud syukur dan duduk mengucapkan selamat. Lalu beliau berkata : Saya tidak perduli kapan saya mati setelah menyaksikan kematian Ibnul Muallim”.

jadi pantaslah saya berbahagia dan selayaknya saya katakan: bergembiralah para pembaca.

Iklan

2 pemikiran pada “bergembiralah

  1. Sebenarnya di dunia ini banyak yang tahu hukum syariat dan sebenarnya mereka mempunyai kekuasaan untuk menerapkannya, akan tetapi karena hatinya lebih condong untuk kemewahan dunia dan popularitas maka mereka justru menghindarinya.

    1. seperti kata2 syaikh adnani “…Terakhir, sungguh para muwahhidin bahagia atas kematian thoghut jazirah, Khoinul Haromain (Raja Abdullah.red). Kami meminta kepada Allah agar menyeretnya ke jahannam, seburuk-buruk tempat kembali, dengan adzab yang sangat pedih. Bersama fIr’aun dan Haman. Kami katakan, kematiannya tidak berarti bagi kami. Sungguh thoghut telah tewas dan digantikan oleh thoghut. Kedua sama saja ada atau tidak ada. Karena penguasa sesungguhnya di negara dua kta suci (Saudi) adalah yahudi dan para salibis.” beuh… itu kata2 yang pasti bikin mereka aka ulama suu mati kutu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s